Pasien Tak Punya Riwayat Imunisasi, Kasus Campak Meningkat

- Editor

Jumat, 10 April 2026 - 14:11 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Virus Campak. Foto:Ilustrasi

Virus Campak. Foto:Ilustrasi

CIMAHI, tujuhmenit.com-  Terdapat peningkatan kasus suspek campak sepanjang tahun 2026 di Kota Cimahi. Dari total 155 kasus yang diperiksa, dipastikan 16 orang dinyatakan positif terjangkit penyakit tersebut.

Kepala Dinkes Kota Cimahi, Mulyati menjelaskan, data tersebut tidak hanya mencakup warga lokal. Sebagian pasien yang berobat di fasilitas kesehatan Cimahi ternyata berasal dari luar daerah.

“Fakta yang cukup mengejutkan, dari 16 kasus positif itu, 15 orang di antaranya belum pernah mendapatkan imunisasi campak atau vaksin MR,” kata Mulyati, Kamis (9/4/2026).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Ia menegaskan, layanan vaksinasi sebenarnya sangat mudah dijangkau. Layanan ini tersedia mulai dari rumah sakit, puskesmas, klinik, hingga bidan praktik mandiri.

Masyarakat Cimahi diimbau untuk lebih waspada. Kemudian segera periksakan diri ketika mengalami gejala awal seperti demam tinggi, batuk kering dan pilek, mata menjadi merah dan berair. Serta muncul bercak putih kecil pada bagian dalam mulut.

“Jika gejala tersebut muncul, jangan tunda untuk segera ke dokter atau puskesmas terdekat. Pasien akan diberikan Vitamin A untuk mencegah komplikasi berbahaya seperti radang paru-paru atau radang otak,” tambahnya.

Jika sakit berlanjut, maka pasien campak wajib melakukan isolasi mandiri minimal 4 hari setelah ruam muncul agar tidak menularkan penyakit kepada orang lain. Sehingga kasus suspek campak di Cimahi tidak terus meningkat.

Untuk mencegah penularan, masyarakat juga diimbau selalu menjaga kebersihan dan menerapkan etika batuk atau bersin yang benar. Namun, langkah paling ampuh tetaplah imunisasi.

“Vaksinasi terbukti sangat efektif membentuk kekebalan tubuh, sehingga anak terhindar dari penyakit ini,” pungkas Mulyati. (Eri)

Baca Juga  Sambut Hari Anak Nasional 2026, BRI Peduli "Ini Sekolahku" Wujudkan Sekolah Lebih Layak di SDN 104 Langensari

Berita Terkait

Dudi Supriadi: BPD Harus Utamakan Kepentingan Masyarakat
Bupati Garut Bahas Penanganan Kebakaran dan Penataan TPA Pasir Bajing Bersama Warga
Viral Video Kericuhan KOD Cup U-23, Adanya Kabar Korban Meninggal Dipastikan Tidak Benar
Libatkan Sejumlah Instansi,  Pemkab Bartim Ekspose Review Jakstrada Air Minum
ChiMa 2026 Perkuat Inovasi Pelayanan Publik Bagi Masyarakat
Bupati M. Yamin: Jangan Sampai RDTR Hanya Baik di Atas Kertas
Baru 12 dari 147 Dokumen Terunggah, Sekda Bartim Minta OPD Percepat MCSP-R
Ditargetkan Rampung Desember ini, Proyek Flyover Pusdikpom Cimahi Kembali Digarap

Berita Terkait

Kamis, 15 Oktober 2026 - 20:55 WIB

Dudi Supriadi: BPD Harus Utamakan Kepentingan Masyarakat

Rabu, 14 Oktober 2026 - 15:24 WIB

Bupati Garut Bahas Penanganan Kebakaran dan Penataan TPA Pasir Bajing Bersama Warga

Jumat, 9 Oktober 2026 - 16:18 WIB

Viral Video Kericuhan KOD Cup U-23, Adanya Kabar Korban Meninggal Dipastikan Tidak Benar

Kamis, 8 Oktober 2026 - 20:41 WIB

ChiMa 2026 Perkuat Inovasi Pelayanan Publik Bagi Masyarakat

Rabu, 7 Oktober 2026 - 20:00 WIB

Bupati M. Yamin: Jangan Sampai RDTR Hanya Baik di Atas Kertas

Rabu, 7 Oktober 2026 - 19:44 WIB

Baru 12 dari 147 Dokumen Terunggah, Sekda Bartim Minta OPD Percepat MCSP-R

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 21:58 WIB

Ditargetkan Rampung Desember ini, Proyek Flyover Pusdikpom Cimahi Kembali Digarap

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 17:29 WIB

Bupati Garut Pastikan Pelayanan Isbat Nikah Beri Kepastian Hukum bagi Keluarga

Berita Terbaru

Kadis DPMD, Dudi Supriadi, bersama Camat Batujajar Andi M Khitmat dan pejabat lainnya dalam acara pelantikan anggota BPD periode 2026-2034 di Aula Kantor Koperasi Desa Merah Putih, Desa Batujajar Timur, pada Rabu (15/10/2026

Daerah

Dudi Supriadi: BPD Harus Utamakan Kepentingan Masyarakat

Kamis, 15 Okt 2026 - 20:55 WIB