Kota Cimahi, tujuhmenit.com – Menjelang pelaksanaan Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB), Wali Kota Cimahi, Ngatiyana, memberikan jaminan pnuh bahwa proses penerimaan siswa baru tahun ini akan berjalan bersih, transparan, dan bebas dari praktik titip-menitip.
Hal tersebut dsampaikannya usai memimpin upacara Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) di Lapangan Apel Pemkot Cimahi, Senin (4/5/2026).
Menurut Ngatiyana, praktik memasukkan anak lewat jalur belakang atau titipan sangat merugikan dan bisa merusak iklim pendidikan yang selama ini sedang dibangun.
“Kita sedang berjuang keras meningkatkan mutu pendidikan di Cimahi. Nah, kalau masih ada praktik titip-menitip, itu sama saja merusak semua upaya jang sudah kita lakukan,” tegas Ngatiyana.
Ia menegaskan, sistem yang diterapkan sudah sangat jelas dan berbasis aturan. Penempatan sekolah dilakukan berdasarkan zonasi atau jarak domisili, sehingga semua warga mendapatkan perlakuan yang setara.
“Semua wilayah dan masyarakat diperlakukan sama persis. Tidak ada yang diistimewakan, tidak ada yang didiskriminasi. Semuanya masuk lewat jalur resmi sesuai ketentuan,” tambahnya.
Ngatiyana juga menyoroti soal rasa keadilan. Ia menilai, praktik nepotisme atau titipan akan menibulkan kesan tidak adil di mata masyarakat. Padahal, pelayanan yang adil adalah hak setiap warga negara.
“Kita harus berlaku adil kepada siapa pun. Tidak boleh ada satu pun warga yang merasa dirugikan saat proses PPDB nanti,” ucapnya.
Tidak main-main, Ngatiyana mengancam akan memberikan sanksi tegas bagi siapa saja yang terbukti melanggar aturan, baik itu oknum sekolah maupn pihak luar yang mencoba mengintervensi.
“Kalau ada yang melanggar, pasti ada sanksinya. Jenis sanksinya nanti akan disesuaikan dengan berat pelanggarannya. Yang jelas, kami tidak akan segan-segan menindak demi mnjaga integritas sistem,” pungkasnya. (eri)






