Kota Cimahi, tujuhmenit.com – Menyikapi ramai pembahasan rencana perubahan nama RSUD Cibabat menjadi RSUD Wijaya Mulia, Wali Kota Cimahi mengajak seluruh warga tetap tenang dan menjaga suasana damai. Ia menegaskan, usulan ini baru sebatas pembahasan dan kajian, belum ada keputusan final yang diambil.
Ide menyegarkan nama rumah sakit ini muncul seiring dengan langkah besar pembenahan yang sedang digalakkan. Tujuannya bukan sekadar mengganti papan nama, melainkan membangun citra baru yang lebih positif menghapus persepsi kurang baik yang masih melekat pada pelayanan RSUD Cibabat di masa lalu.
“Setiap langkah yang kami ambil pasti berlandaskan satu tujuan, memberikan layanan kesehatan terbaik bagi seluruh warga Cimahi,” ujar Ngatiyana, Kamis (23/7/2026).
Proses kajian nama ini pun tak dilakukan secara tertutup. Pemerintah sudah melibatkan beragam elemen, mulai dari tokoh masyarakat, budayawan, akademisi, hingga tenaga profesional untuk mendapatkan nama yang tepat dan bermakna.
Namun, Sejumlah anggota DPRD Kota Cimahi diantaranya, Agung Yudaswara, Ike Hikmawati dan Barkah Setiawan menyatakan ketidak tahuannya mengenai wacana perubahan nama rumah sakit tersebut.
Meski begitu, Ngatiyana memastikan jika Pemkot telah menyampaikan undangan kepada DPRD Cimahi agar menghadiri Ekspose tersebut.
“Pihak legislatif sebenarnya sudah diundang dalam sesi pemaparan rencana ini, namun sampai selesai kegiatan tidak ada satu pun dewan yang hadir,” katanya, Kamis (23/7/2026).
Nantinya, seluruh hasil kajian ini akan diserahkan kepada DPRD Kota Cimahi untuk dibahas sesuai aturan dan mekanisme yang berlaku. Warga diminta tidak terburu-buru mengambil kesimpulan, apalagi mudah percaya informasi yang belum jelas kebenarannya.
Sambil menunggu proses pembahasan berjalan, perbaikan nyata di lingkungan rumah sakit terus digenjot. Sejumlah kemajuan sudah terlihat penambahan ruang perawatan VVIP, beroperasinya unit pengolahan darah untuk pelayanan lebih cepat, hingga pembenahan fasilitas dan tata lingkungan.
Tak hanya itu, pelayanan bagi peserta BPJS juga ditingkatkan termasuk membantu pasien yang kepesertaannya terhenti agar bisa diaktifkan kembali dan tetap mendapatkan pengobatan.
Wali Kota berharap sorotan masyarakat tak hanya tertuju pada soal nama, melainkan juga melihat upaya keras pembenahan mutu layanan yang sedang berjalan. Ia pun membuka diri terhadap segala masukan, asalkan disampaikan dengan santun dan melalui jalur yang tepat.
“Kami terbuka untuk semua pendapat. Mari kita jaga kedamaian, saling menghargai perbedaan, dan utamakan kepentingan bersama demi kesehatan warga Cimahi,” ajaknya.
Dengan suasana yang kondusif, diharapkan keputusan yang diambil nantinya benar-benar objektif, transparan, dan membawa manfaat terbesar bagi masyarakat luas.
(K12)






