BANDUNG, tujuhmenit.com,- Ditengah kontroversi sayembara tangkap begal berhadiah Rp 50 juta yang dilakukan Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, membuat angka tindakan kriminalitas di Jawa Barat menurun. Hal ini disampaikan mantan Kapolda Jabar Anton Charliyan dalam sebuah wawancara di salah satu TV Swasta, Kamis (30/7/2026).
“Ternyata beberapa hari ini ada trend penurunan, artinya berhasil menjadikan para pelaku ini waspada hati-hati takut untuk berbuat karena semua orang tahu. Nah itu salah satu aspek menguntungkannya,” kata Anton.
Masih menurut Anton, di sisi lain sayembara tersebut dikhawatirkan bisa mengakibatkan terjadinya tindakan main hakim sendiri atau amuk massa saat situasi tidak terkendali.
“Tapi apakah sampai saat ini di Jawa Barat terjadi atau tidak? Karena Bapak KDM ini menyampaikan bahwa yang akan diberi hadiah itu adalah ketika mereka bisa menangkap hidup-hidup dan menjadikan sebagian tersangka. Jadi bukan untuk diburu, bukan untuk dibunuh atau untuk dianiaya,” jelasnya.
Tidak bisa dipungkiri dalam sebuah kebijakan publik selalu memunculkan dampak positif dan negatif. Dan Anton sendiri menilai lebih banyak positifnya yang didapatan dari sayembara tersebut.
“Saat Sertijab Kapolda, masyarakat berteriak pak tolong berantas begal, artinya begal ini sudah meresahkan masyarakat, sehingga Gubernur pun turut membantu tugas-tugas kepolisian dengan sayembara berhadiah. Tapi jangan terlalu takut dengan hal-hal yang justru begal ini lebih menakutkan masyarakat,” ujarnya.
Saat disinggung adanya berbenturan dengan Peraturan Polri No1 Tahun 2001 tentang Pemolisian Masyarakat (Polmas) yang menempatkan polisi sebagai pihak yang berwenang menerima laporan kemudian melakukan tindakan di TKP, Anton menilai dalam konteks tersebut dapat dipertimbangkan karena sifatnya tertangkap tangan.
“Saya kira itu bisa kita pertimbangkan karena ini tertangkap tangan. Memang diperbolehkan, yang dititik beratkan itu adalah tertangkap tangan, ketika mau melakukan aksi. Kalau setelah melakukan aksi kabur, ini tidak ada gunanya,” tegasnya.
Pada dasarnya dengan adanya sayembara ini, Gubernur mengajak masyarakat untuk lebih berperan aktif dalam memberantas tindak kriminalitas dengan berkoordinasi dengan pihak kepolisian. Jadi masyarakat jangan dibuat takut sehingga kejahatan merajalela.
“Efek preventif aktif-nya itu dengan stimulus diberikan hadiah ini. Nah apakah masalah hadiah ini sudah ada tata cara pengaturannya silahkan itu dipertimbangkan lagi,” pungkasnya.***





