KDM Nyatakan Perang Terhadap Peredaran OKT di Jawa Barat

- Editor

Rabu, 5 Agustus 2026 - 22:23 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi. Foto Ist/tujuhmenit.com

Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi. Foto Ist/tujuhmenit.com


BANDUNG. tujuhmenit.com,- Pemerintah Provinsi Jawa Barat menyatakan perang terhadap peredaran gelap obat-obatan keras tertentu (OKT) yang dinilai sudah meresahkan. Keberadaan OTK tersebut seringkali disalahgunakan sehingga berdampak negatif dengan terjadinya tindakan kriminalitas.


OTK yang dimaksudkan diantaranya tramadol dan zat adiktif berbahaya lainnya.

Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, atau biasa dipanggil KDM, menegaskan bahwa peredaran barang haram tersebut tidak boleh lagi diberi ruang sedikit pun. Ia mengecam sikap apatis atau rasa takut masyarakat yang justru membuat para pengedar leluasa merusak generasi bangsa.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Iya itu harus dilawanlah, kan nggak boleh lagi dibiarkan. Masa banyak orang takut oleh orang yang jualan tramadol, kan aneh. Menurut saya nggak boleh rasa takut lagi,” ujar Dedi seperti dilansir detik.com, Rabu (5/8/2026).

Dedi memastikan akan langsung mengambil langkah bersama aparat penegak hukum dengan melakukan gerakan masif pemberantasan peredaran obat keras yang menyasar hingga ke tingkat akar rumput, yakni desa dan kelurahan.

“Saya nanti hari Jumat dengan Pak Kapolda akan berkoordinasi dan kemudian nanti gerakannya itu sampai desa dan kelurahan. Kita fungsikan saja Babinsa dan Babinkamtibmas untuk operasi di daerahnya masing-masing,” ungkapnya.

Menurut Dedi, musuh utama dalam pemberantasan kejahatan adalah rasa takut. Ia berkaca pada keberhasilan menekan angka kriminalitas jalanan seperti begal, saat ketakutan publik berhasil dihilangkan melalui perlawanan bersama.

“Nggak boleh ini kan akibat rasa takut. Nggak boleh ada rasa takut lagi. Masa penjahat membuat rasa takut warga secara umum lebih banyak,” tegas Dedi.
“Dulu begal waktu awalnya juga rasa takut, hari ini kan hilang rasa takutnya. Mereka juga sudah mulai berkurang. Nanti tramadol juga begitu, begitu mereka takut, mereka yang meninggalkan Jawa Barat untuk tidak beroperasi lagi,” pungkasnya.***

Baca Juga  Peringati Hari Lahir Pancasila 2026, Pemkot Cimahi Teguhkan Persatuan sebagai Kekuatan Utama

Berita Terkait

PSEL Legok Nangka Segera Dimulai, Diprediksi Beroperasi 2029
“Pekan Ceria”, Disarpusda Cimahi Ubah Perpustakaan Jadi Ruang Bermain dan Belajar Anak
Kemarau Panjang, Cimahi Perkuat Ketahanan Pangan Lewat Urban Farming dan UMKM
Dampak Positif Sayembara KDM, Angka Kriminalitas di Jawa Barat Menurun
Hingga Sesi ke-31, 15 Km Kabel Semrawut di Cimahi Berhasil Dirapikan
Tanggapan Objektif Politisi Golkar, Bicara Pilkada Cimahi 2030 Masih Terlalu Dini
Tanah Hunian Lama Belum Bersertifikat, Ngatiyana Siap Perjuangkan Tanah Para Veteran
Wali Kota Cimahi : Punya BPJS Tak Aktif di RSUD Cibabat? Tetap Akan Dilayani Dulu, Diurus Belakangan
Tag :

Berita Terkait

Rabu, 5 Agustus 2026 - 17:49 WIB

“Polantas Menyapa” Tetap Rutin di Samsat Cimahi, Pastikan Registrasi Kendaraan Berjalan Lancar

Senin, 3 Agustus 2026 - 05:26 WIB

Lewat Polantas Menyapa, Satlantas Cimahi Tanamkan Budaya Tertib Berlalu Lintas

Sabtu, 1 Agustus 2026 - 06:49 WIB

Lebih dari Sekadar Pelayanan, Polantas Menyapa Ciptakan Pengalaman Baru di Samsat Cimahi

Sabtu, 1 Agustus 2026 - 06:44 WIB

Lewat Polantas Menyapa, Urus Pajak Kendaraan di Samsat Cimareme Kini Lebih Mudah dan Ramah

Jumat, 31 Juli 2026 - 08:29 WIB

Polantas Menyapa, Satlantas Polres Cimahi Terus Hadirkan Pelayanan Humanis di Samsat Cimareme

Jumat, 31 Juli 2026 - 08:25 WIB

Warga Sambut Baik Edukasi Samsat dan Keselamatan dari Polantas Menyapa Polres Cimahi

Kamis, 30 Juli 2026 - 09:01 WIB

Di Samsat Cimahi, Satlantas Ajak Masyarakat Tertib Berlalu Lintas

Kamis, 30 Juli 2026 - 08:59 WIB

Polantas Menyapa di Samsat Cimareme, Polisi Pererat Kedekatan dengan Masyarakat

Berita Terbaru

Proyek Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) di Tempat Pengolahan dan Pemrosesan Akhir Sampah (TPPAS) Regional Legok Nangka resmi memulai tahap konstruksi fisik (groundbreaking) pada 29 Juli 2026. Foto/ist

Jawa Barat

PSEL Legok Nangka Segera Dimulai, Diprediksi Beroperasi 2029

Jumat, 7 Agu 2026 - 08:33 WIB

Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi. Foto Ist/tujuhmenit.com

Jawa Barat

KDM Nyatakan Perang Terhadap Peredaran OKT di Jawa Barat

Rabu, 5 Agu 2026 - 22:23 WIB