Tanah Hunian Lama Belum Bersertifikat, Ngatiyana Siap Perjuangkan Tanah Para Veteran

- Editor

Selasa, 28 Juli 2026 - 19:28 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kota Cimahi, tujuhmenit.com – Pemerintah Kota Cimahi berkomitmen menyelesaikan masalah legalitas tanah hunian anggota Perumahan Veteran (PETRAN) atau Legiun Veteran Republik Indonesia (LVRI). Masalah ini sudah berlangsung puluhan tahun dan memerlukan jangkauan koordinasi hingga ke pemerintah pusat.

Komitmen itu disampaikan Wali Kota Cimahi Letkol Purn. Ngatiyana saat menerima audiensi keluarga besar PETRAN/LVRI di Gedung Mal Pelayanan Publik, Selasa (28/7/2026).

Para veteran menyampaikan dua keluhan utama: rumah bantuan Yayasan Dharmais tahun 1991 hingga kini belum bersertifikat, serta ketersediaan air bersih yang sangat terbatas di kawasan tersebut.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Ngatiyana sangat menghargai pengorbanan para pendahulu yang telah berjuang tanpa pamrih demi negara. Sikap mereka yang tetap ikhlas meski bertahun-tahun menempati hunian tanpa dokumen sah, serta masih aktif berkumpul meski sudah berusia senja, patut menjadi teladan.

“Sesepuh kita yang pernah mempertaruhkan nyawa untuk bangsa, kini datang menyampaikan harapannya. Kita harus hadir dan meresponsnya dengan baik,” ujar Ngatiyana.

Untuk langkah penyelesaian, Pemkot akan menghimpun data lengkap sebelum mengajukan permohonan dan berkoordinasi dengan pemerintah pusat. Hal ini dilakukan agar status tanah dapat ditetapkan secara hukum yang benar dan tidak melanggar aturan yang berlaku.

“Kita akan menyusun surat dan berkomunikasi ke pusat. Harapannya ada jalan keluar yang sah dan pasti bagi mereka,” tegasnya.

Selain urusan sertifikat, Pemkot juga berjanji akan berupaya mengatasi keterbatasan pasokan air bersih yang selama ini menjadi kesulitan sehari-hari warga di sana.

Ketua DPC LVRI Kota Cimahi, Aris Setiabudi, menyambut baik langkah ini. Ia berharap perhatian pemerintah dapat membuka jalan penyelesaian legalitas sekaligus memperbaiki aliran air yang saat ini hanya berlangsung setengah hingga satu jam sehari.

Baca Juga  Wali Kota Cimahi Ngatiyana Tanggapi Hasil Survei INSTRAT, Sebut Akan dijadikan Dasar Evaluasi

“Terima kasih atas tanggapan yang serius. Kami berharap perjuangan mereka dulu kini dibalas dengan kepastian tempat tinggal yang layak,” tutup Aris. (Eri)

Berita Terkait

GOR Pemuda di KBB Senilai Rp6,8 Miliar Mangkrak, Imron Minta Dewan Turun Tangan
Wujud Kepedulian Sosial, FKPPI dan PEPABRI Jabar Gelar Donor Darah
Rekayasa Jalan Dampak dari Proyek Pembangunan Underpass dan Jembatan Dibahas Forum LLAJ Cimahi
Kisruh Ditubuh FKPPI KBB Berujung Lapor Polisi, Imron Minta Semua Pihak Bersikap Dewasa
Jembatan Segera Dibangun, Nyebrang Dengan Rakit Bambu Akan Jadi Kenangan
Kasus Kredit BPR Cirebon Dilimpahkan ke PN Bandung, Jaksa Tunggu Jadwal Sidang
Peringati HAN, Ngatiyana Kukuhkan Forum Anak Jati Mandiri Kota Cimahi
Cimahi Perangi Peredaran Narkoba Melalui Pawang Ronda

Berita Terkait

Sabtu, 29 Agustus 2026 - 13:53 WIB

Syukur Mandar: Ada Penjajah Yang Lebih Berbahaya dari Penjajah Yang Telah Diusir

Kamis, 27 Agustus 2026 - 07:21 WIB

FWK: Negara Jangan Jadikan Bank Alat Represif

Minggu, 16 Agustus 2026 - 13:23 WIB

FWK Kecam Penurunan Bendera Merah Putih di Banda Aceh

Kamis, 13 Agustus 2026 - 09:59 WIB

Refleksi 81 Tahun Indonesia Merdeka: FWK Ingatkan Agar Pemerintah Peka Terhadap Keresahan Masyarakat

Sabtu, 8 Agustus 2026 - 10:38 WIB

Cacat Kelola Tingkat Dewa! Sebagian Besar Pemda Tidak Bisa Bayar Gaji ASN?

Kamis, 6 Agustus 2026 - 09:09 WIB

Diskusi FWK: Kesantunan Berbahasa Diperlukan dalam Berbangsa dan Bernegara

Jumat, 31 Juli 2026 - 09:17 WIB

Kabinet Bayangan: Indonesia Darurat Korupsi Secara Struktural dan Sistemik

Senin, 27 Juli 2026 - 09:10 WIB

Karumga Mantan Jampidsus Kejagung Ditemukan Tewas dengan Mulut Berbusa

Berita Terbaru

Hampir 2.000 orang diduga keracunan setelah menyantap menu MBG sejak Selasa (01/9/2026) hingga Kamis (03/9/2026). Foto: Ilustrasi

Peristiwa

Dilematis, Dalam Waktu 3 Hari 2 Ribu Orang Keracunan MBG

Minggu, 6 Sep 2026 - 05:46 WIB