Olivia Rodrigo Kritik Gedung Putih dengan Lagu Tanpa Izin

- Editor

Selasa, 9 Desember 2025 - 11:08 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

PENYANYI pop, Olivia Rodrigo mengutuk keras Badan Imigrasi Amerika Serikat (ICE) dan pemerintahan Donald Trump setelah lagu miliknya digunakan tanpa izin dalam video promosi pengusiran imigran. Dilaporkan dariEntertainment Weekly, video tersebut diunggah melalui akun resmi Gedung Putih dan Departemen Keamanan Dalam Negeri (DHS) di Instagram pada Selasa, 4 November 2025.

Unggahan yang Menyulut Kemarahan Olivia Rodrigo

Video tersebut memperlihatkan petugas Immigration and Customs Enforcement (ICE) yang menangkap dan mendeportasi imigran secara paksa. Dengan latar lagu “All-American Bitch” dari albumGuts, video tersebut kemudian menampilkan potongan adegan para imigran yang dikatakan “sukarela” meninggalkan Amerika, tersenyum dan mengangkat jempol di bandara.

Keterangan unggahan tersebut berisi, “Hentikan sekarang dan lakukan deportasi diri Anda melalui aplikasi CBP Home. Jika tidak, Anda akan menghadapi konsekuensinya..”

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Rodrigo langsung merespons di kolom komentar, dengan tegas menulis, “Jangan pernah memakai lagu-lagu saya untuk menyebarkan propaganda rasial dan kebencian kalianUnggahannya segera menyebar luas dan mendapatkan dukungan besar dari penggemar serta aktivis HAM. Sampai saat ini, pihak Gedung Putih maupun ICE belum mengeluarkan pernyataan resmi.

Tidak lama setelah protes, komentar Rodrigo segera dihapus, yang bisa dilihat diInstagram Gedung Putih dan ICE. Unggahan tersebut juga menghapus lagu “All-American Bitch.” Namun, netizen yang mengetahui komentar Rodrigo yang dihapus langsung merespons dengan mengkritik Trump dan ICE. “Kalian semua benar-benar brengsek, menghapus komentar @oliviarodrigo Dia berkata kalian tidak memberi izin menggunakan lagunya untuk unggahan kalian.” Beberapa netizen juga meminta Rodrigo untuk menggugat Trump dan ICE.

Sikap Olivia terhadap Masalah Imigrasi

Olivia Rodrigo terkenal dengan suaranya yang tegas dalam menyampaikan isu sosial dan politik. Pada bulan Juni lalu, ia pernah mengkritik keras kebijakan imigrasi pemerintahan Trump yang dianggap tidak manusiawi. Dalam unggahan Instagram Story-nya, Rodrigo menulis, “Saya lahir dan tumbuh di Los Angeles, serta sangat sedih melihat tindakan deportasi yang keras terhadap tetangga saya selama pemerintahan saat ini. Tanpa para imigran, LA tidak akan pernah ada.,” tulisnya.

Baca Juga  Bupati Ponorogo Jadi Tersangka Suap Jabatan dan Gratifikasi

Ia juga menekankan betapa pentingnya rasa empati dalam menghadapi komunitas pekerja migran yang kini telah menjadi bagian dari wajah Amerika. “Menganiaya mereka tanpa rasa hormat dan tanpa proses yang adil adalah sesuatu yang menyedihkan. Saya berada di pihak para imigran di seluruh Amerika dalam perjuangan untuk kebebasan berbicara dan hak untuk melakukan protes.,” tambahnya.

Sikap ini selaras dengan pandangan politiknya. Pada pemilu 2024, Rodrigo secara terang-terangan mendukung Kamala Harris dan menolak kebijakanDonald Trump yang dianggapnya bersifat diskriminatif terhadap kelompok minoritas.

Pemerintah dan Penggunaan Lagu Tanpa Izin

Dilansir dari Billboard, insiden ini memperpanjang daftar pelanggaran hak cipta musik yang dilakukan oleh pemerintahan Trump. Sebelumnya, Kenny Loggins mengkritik keras penggunaan lagunya “Danger Zone” dalam video AI yang menampilkan Trump mengotori para demonstran “No Kings”. Bahkan, Gedung Putih juga pernah mendapat kritik setelah mengunggah TikTok menggunakan laguTaylor Swift “Jalannya Ophelia” tanpa izin.

Kasus Olivia Rodrigo menjadi contoh terbaru bagaimana karya musik digunakan sebagai alatpropaganda tanpa memperhatikan makna dan konteksnya. “All-American Bitch” merupakan lagu yang mengangkat perasaan marah dan ketegangan emosional dari generasi perempuan Amerika, bukan lagu nasionalis seperti yang mungkin diharapkan pemerintah.

Demonstrasi Olivia bukan hanya terkait izin musik, tetapi juga mengenai integritas karya serta pesan kemanusiaan yang tersembunyi di baliknya. Ia menolak ketika suara yang muncul dari rasa empati justru dimanipulasi menjadi alat untuk membenarkan kebijakan yang tajam dan tidak beradab.

SILVIA ALYA RAHMAH

Berita Terkait

Samsat Cimareme Hadirkan Pelayanan BPKB yang Humanis Lewat Progr
Polantas Menyapa, Samsat Cimahi Edukasi Wajib Pajak Soal Mutasi Kendaraan
Polantas Menyapa, Satlantas Polres Cimahi Tingkatkan Pelayanan Bagi Wajib Pajak
Polantas Menyapa, Kanit Regident Cek Langsung Pelayanan Publik Samsat Cimareme
Waspada Tilang Elektronik! Polantas Menyapa Ingatkan Masyarakat Blokir STNK Setelah Jual Beli
Polantas Menyapa, Samsat Cimareme Sosialisasikan Wajib Pajak Blokir STNK Usai Jual Kendaraan
Dua Kubu Beda Pendapat Soal Dugaan Korupsi Rumdin Wali Kota Cimahi, DPRD Anggap Legal, Pengamat Sebut Rentan Korupsi
Pengesahan STNK Tahunan Samsat Cimahi Lebih Praktis Lewat Samsat Drivethru

Berita Terkait

Jumat, 17 April 2026 - 07:55 WIB

Samsat Cimareme Tertibkan Prosedur Cek Fisik Bantuan Pajak 5 Tahunan Plat Luar Kota Lewat Polantas Menyapa

Jumat, 17 April 2026 - 07:42 WIB

Program Polantas Menyapa, Inovasi Pelayanan Presisi Samsat Cimahi

Rabu, 15 April 2026 - 20:03 WIB

Dukung Program MBG, Dinkes Cimahi Gelar Pelatihan Keamanan Pangan SPPG

Rabu, 15 April 2026 - 15:37 WIB

Terkait Tudingan Jabatan Kadis DPKP yang Syarat Kepentingan, Amy Pringgo Buka Suara

Rabu, 15 April 2026 - 09:04 WIB

Walikota Cimahi Berikan Pesan Pentingnya Kualitas dan Higienis

Selasa, 14 April 2026 - 19:13 WIB

ASN Cimahi WFH Setiap Jumat, Fokus pada Hasil Kerja Bukan Sekadar Hadir

Selasa, 14 April 2026 - 11:07 WIB

DPRD Cimahi Minta Pemkot Tegas, Jangan Lembek Urusi Tata Ruang

Selasa, 14 April 2026 - 10:52 WIB

Tingginya Harga Plastik, DLH Cimahi Sebut Momentum Kurangi Barang Sekali Pakai

Berita Terbaru