Terduga Pelaku Ledakan SMAN 72 Jakarta Tertutup Setelah Masuk Sekolah, Ini Pernyataan Ketua RT

- Editor

Senin, 10 November 2025 - 08:16 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ringkasan Berita:

  • Ketua RT menyebut tersangka pelaku jarang berinteraksi dengan anak-anak di sekitar rumah
  • Saat masih duduk di bangku SMP, sering terlihat belajar bersama teman-temannya.
  • Sering berada sendirian saat berada di sekolah

AdinJava, JAKARTA– FN, tersangka pelaku pemboman di SMAN 72 Jakarta, Kelapa Gading, Jakarta Utara, dikatakan sebagai seseorang yang tertutup setelah menghabiskan masa SMA.

FN adalah siswa kelas XII di sekolah tempat kejadian.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Denny, ketua RT di wilayah tempat tinggalnya di Jakarta mengungkapkan bahwa FN tinggal bersama orang tuanya sejak masih duduk di bangku sekolah dasar.

Saat memasuki jenjang SMP, FN masih sering mengajak teman-temannya belajar di rumahnya.

Namun, sikap FN mulai menjadi lebih tertutup setelah memasuki SMA.

“Setelah masuk SMA, dia lebih tertutup,” katanya.

Denny menyebutkan bahwa FN memang dikenal jarang berinteraksi dengan lingkungan sekitarnya.

“Kalau untuk anaknya sendiri, saya tidak pernah melihatnya, karena informasinya di rumah itu jarang keluar, tidak pernah berinteraksi dengan anak-anak sekitar, bahkan dengan anggota keluarga lainnya juga sedikit, antara pekerja di dalam rumah pun tidak pernah bersosialisasi, itulah yang saya ketahui,” kata Denny saat diwawancarai di Jakarta, Jumat (7/11/2025) malam dikutip dariTribunjakarta.com.

Di sisi lain, seorang perempuan yang sedang panik datang ke halaman SMAN 72 Jakarta, setelah terjadinya ledakan.

Sambil menangis, perempuan itu bertanya tentang keberadaan seorang anak laki-laki yang merupakan siswa kelas XII di sekolah tersebut.

Dari keterangan perempuan tersebut, ia sengaja mengunjungi SMAN 72 Jakarta setelah melihat beredarnya foto seorang pria yang tergeletak dengan beberapa senjata di sekitarnya.

Foto-foto yang beredar tersebut akhir-akhir ini disebut sebagai tersangka di balik ledakan SMAN 72 Jakarta yang diketahui memiliki inisial FN.

Baca Juga  Natalius Pigai: Prestisius! Indonesia Jadi Dewan HAM PBB

Saat tiba di depan gerbang SMAN 72 Jakarta, perempuan itu segera mencari keponakannya.

Ternyata, keponakan perempuan tersebut adalah FN, tersangka pelaku ledakan yang telah dibawa ke rumah sakit bersama korban-korban lainnya.

Ia siswa kelas XII, tadi saya melihat fotonya. Saya adalah bibinya, orangtuanya pergi jauh (ke luar negeri), kata wanita itu sambil terus menangis.

Perempuan itu segera memasuki sekolah dan mencari keberadaan keponakannya, hingga akhirnya tidak terlihat lagi.

Kerap Menyendiri

Seorang siswa kelas XI SMAN 72 Jakarta, Zaki Arkan mengatakan FN sering kali bersikap tertutup setiap berada di sekolah.

“Katanya dari kelas XI dia selalu bersendiri,” ujar Zaki saat diwawancarai di lokasi.

Zaki juga menceritakan bahwa sosok yang diduga pelaku memiliki sifat yang menarik.

Informasi yang diperoleh FN menyukai menggambar dan menyimpan foto yang tidak biasa.

“Sering membuat gambar-gambar, foto-foto yang berkaitan dengan darah, terorisme, bendera Amerika. Gambar-gambar yang berdarah itu. Sering menonton adegan tembak-menembak seperti itu,” katanya.

Budi (bukan nama asli), seorang siswa di SMAN 72 Jakarta, mendengar informasi bahwa terduga pelaku sering menjadi korban intimidasi.

“Tetapi yang aneh, hari ini hampir tidak ada siswa kelas 12 yang hadir. Karena ada Ujian Kemampuan Akademik (TKA). Mirip dengan Ujian Nasional. Maka sebagian besar yang terkena dampaknya adalah siswa kelas 10 dan 11. Selain itu juga ada guru dan penjaga kantin yang ikut shalat Jumat,” lanjut Budi.

“Aneh, karena para korban tidak bersalah terhadap tersangka pelaku. Tidak ada hubungannya,” katanya.

Ia juga mendengar bahwa tersangka pelaku tidak berada di masjid saat kejadian.

Namun, menurutnya, setelah kejadian tersangka pelaku ditemukan terkapar di luar area masjid.

Baca Juga  546 Sertipikat Hasil Konsolidasi Tanah di Jawa Tengah, Diserahkan Menteri Nusron ke Permukiman Warga Makin Bernilai dan Terjamin

Ia mendengar tersangka pelaku dalam keadaan koma.

Namun Budi tidak mengetahui tempat tersangka pelaku sedang dirawat.

Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Metro Jaya, Kombes Budi Hermanto, mengakui masih melakukan penyelidikan terkait dugaan terduga pelaku yang sering menjadi korban bullying.

Kombes Budi Hermanto menyatakan bahwa mengenai identitas dan alasan pelaku akan diungkap dalam rilis pada hari Sabtu (8/11/2025).

“Masih dilakukan pengkajian terhadap motif, apakah pihak yang bersangkutan menjadi korban bullying, hal ini juga masih kita selidiki,” kata Kombes Budi di Mapolda Metro Jaya, Jakarta Selatan.

Sosok mantan Kapolres Malang Kota menyampaikan bahwa penyidik mengalami sedikit kendala dalam menginvestigasi kejadian tersebut.

Karena, para korban yang cedera belum banyak yang bisa dimintai keterangannya karena masih dalam proses pemulihan.

Apakah ledakan di lingkungan sekolah tersebut berasal dari bom rakitan atau benda lainnya?

Ia menjelaskan bahwa informasi rinci akan diungkap setelah petugas selesai melakukan penyelidikan di Tempat Kejadian Perkara (TKP).

“Masyarakat tidak perlu merasa cemas, tidak perlu gelisah, semuanya sudah diatasi oleh Polda Metro Jaya,” katanya.

Peristiwa ledakan terjadi di area Sekolah Menengah Atas Negeri 72 Jakarta, Kelapa Gading, Jakarta Utara, pada Jumat (7/11/2025) sekitar pukul 12.05 WIB.

Kejadian tersebut menyebabkan puluhan siswa mengalami cedera.

Jumlah siswa yang terlibat dalam kejadian tersebut mencapai 54 orang.

27 korban sedang menjalani perawatan di Rumah Sakit Islam Jakarta dan 6 orang lainnya di Rumah Sakit Yarsi, sementara 21 korban lainnya telah diperbolehkan pulang ke rumah masing-masing dalam keadaan sehat.

(AdinJava/ Gita/ Reynas/ Tribunjakarta.com/ Gerald Leonardo)

Berita Terkait

Hendak Kabur Ke Palembang, Polisi Tangkap Tersangka Pembunuhan Wanita Dibungkus Kardus
Ahmad Khozinudin: Gawat! UU Perampasan Aset Diekstensifikasi Menyasar Ke Semua Orang
Mayat Wanita Dalam Kardus Hebohkan Warga Babakan Ciparay
Syukur Mandar: Ada Penjajah Yang Lebih Berbahaya dari Penjajah Yang Telah Diusir
FWK: Negara Jangan Jadikan Bank Alat Represif
FWK Kecam Penurunan Bendera Merah Putih di Banda Aceh
Refleksi 81 Tahun Indonesia Merdeka: FWK Ingatkan Agar Pemerintah Peka Terhadap Keresahan Masyarakat
Cacat Kelola Tingkat Dewa! Sebagian Besar Pemda Tidak Bisa Bayar Gaji ASN?

Berita Terkait

Selasa, 1 September 2026 - 17:31 WIB

Rekayasa Jalan Dampak dari Proyek Pembangunan Underpass dan Jembatan Dibahas Forum LLAJ Cimahi

Selasa, 1 September 2026 - 08:55 WIB

Kisruh Ditubuh FKPPI KBB Berujung Lapor Polisi, Imron Minta Semua Pihak Bersikap Dewasa

Sabtu, 29 Agustus 2026 - 21:19 WIB

Kasus Kredit BPR Cirebon Dilimpahkan ke PN Bandung, Jaksa Tunggu Jadwal Sidang

Jumat, 28 Agustus 2026 - 10:31 WIB

Peringati HAN, Ngatiyana Kukuhkan Forum Anak Jati Mandiri Kota Cimahi

Kamis, 27 Agustus 2026 - 12:59 WIB

Cimahi Perangi Peredaran Narkoba Melalui Pawang Ronda

Kamis, 27 Agustus 2026 - 06:48 WIB

Tanggapi Keluhan WP, Samsat Cimareme Segera Perbaiki Toilet Rusak!

Rabu, 26 Agustus 2026 - 10:50 WIB

Toilet Rusak Dikeluhkan Wajib Pajak, Samsat Cimareme Dinilai Abaikan Fasilitas Publik!

Sabtu, 22 Agustus 2026 - 09:02 WIB

Ngatiyana Akui Kemacetan Bukan Kesalahan Petugas, Tapi Tanggung Jawab Penuh Wali Kota Cimahi

Berita Terbaru

Penemuan mayat. Foto: Ilustrasi

Kriminal

Mayat Wanita Dalam Kardus Hebohkan Warga Babakan Ciparay

Selasa, 1 Sep 2026 - 18:14 WIB