Jembatan Segera Dibangun, Nyebrang Dengan Rakit Bambu Akan Jadi Kenangan

- Editor

Senin, 31 Agustus 2026 - 11:25 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi anak SD menyebrang genangan air dengan menggunakan rakit bambu. tujuhmenit com

Ilustrasi anak SD menyebrang genangan air dengan menggunakan rakit bambu. tujuhmenit com

 


BANDUNG BARAT, tujuhmenit.com – Menyebrangi genangan Waduk Saguling dengan rakit bambu sepanjang 248 meter akan menjadi cerita bagi anak sekolah dasar (SD) di Kampung Sadang, RT 05, RW 02, Desa Budiharja, Kecamatan Cililin, Kabupaten Bandung Barat (KBB), Jawa Barat, karena jembatan penyebrangan akan segera dibangun.


Patok yang dipasang menjadi titik awal pembangunan jembatan untuk memangkas waktu menuju SDN Budiharja yang berada di Kampung Gombong, RT 03, RW 05, Desa Budiharja. Karena jika tidak menyebrang, mereka harus menempuh perjalanan memutar sejauh 2,28 Km untuk sampai ke sekolah.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Iya kemarin sudah dipasang patok, patok buat jembatan teh titiknya di Saung (Pondok),” kata Ketua RT 05, RW 02, Desa Budiharja, Agus Sumpena seperti dilansir Republika, Ahad (30/8/2026).

Masih menurut Agus, petugas telah datang menentukan titik koordinat dan melakukan pematok untuk pembangunan jembatan tersebut. Aktivis tersebut disambut warga dengan penuh antusias.

“Alhamdulillah, iya betul kemarin (Sabtu), ada petugas, tidak tahu suruhan dari Pak Gubernur atau siapa, kaya iya petugas dari Pak Gubernur. Sudah dipatok, sudah pakai titik koordinat, untuk pembangunan jembatan, sudah disurvei,” katanya.

Warga dan siswa sudah lama menggunakan rakit bambu untuk pergi ke sekolah atau menjalankan aktivitas lain, karena sangat memangkas waktu. Apalagi siswa kini diharuskan sudah berada di sekolaha pukul 06.30 WIB.

Agus menjadi salah satu saksi perjuangan para siswa di wilayahnya untuk menuntut ilmu dengan cara menyebrangi perairan Waduk Saguling menggunakan rakit bambu. Ia bersama warga lainnya bergiliran mengerek rakit untuk menyebrangkan anak sekolah.

“Kebetulan saya dan beberapa warga bertugas mengantar mereka secara bergantian. Mengantar dan menjemput juga. Ini sukarela aja buat bantu anak-anak,” ucap Agus.

Baca Juga  Dugaan Kebocoran Retribusi Kantin Sekolah, BPK Panggil Seluruh Pengelola SD dan SMP Negeri Se-Cimahi

Keberadaan rakit bambu itupun sangat disyukuri Santi Nur Setiani, orang tua siswa. Transportasi air tradisional berbahan bambu itu setiap hari mengantar anaknya pergi dan pulang sekolah demi mengenyam pendidikan di sekolah negeri.

“Biasanya jam enam lebih udah berangkat dari rumah. Kalau muter jauh jalannya, soalnnya enggak ada motor juga. Jadi ke sini lebih cepet,” ujarnya.

Kepala SD Negeri Budiharja Taufik menyampaikan, saat ini terdapat 16 siswa SD Negeri Budiharja yang masih menggunakan rakit. Mereka terdiri dari tiga siswa kelas 1, empat siswa kelas 2, tiga siswa kelas 3, tiga siswa kelas 5 dan tiga siswa kelas 6.

“Makanya untuk mempersingkat perjalanan anak-anak tersebut dan semangat untuk sekolah itu mungkin, saya mohon ada jembatan penyeberangan supaya mempercepat dan mempermudah anak-anak ke sekolah,” katanya. (Zamzam)***

 

Berita Terkait

Sementara Hanya Bisa Dilewati Motor, Jembatan Pemkot Cimahi Kembali Dibuka!!
GOR Pemuda di KBB Senilai Rp6,8 Miliar Mangkrak, Imron Minta Dewan Turun Tangan
Wujud Kepedulian Sosial, FKPPI dan PEPABRI Jabar Gelar Donor Darah
Rekayasa Jalan Dampak dari Proyek Pembangunan Underpass dan Jembatan Dibahas Forum LLAJ Cimahi
Kisruh Ditubuh FKPPI KBB Berujung Lapor Polisi, Imron Minta Semua Pihak Bersikap Dewasa
Kasus Kredit BPR Cirebon Dilimpahkan ke PN Bandung, Jaksa Tunggu Jadwal Sidang
Peringati HAN, Ngatiyana Kukuhkan Forum Anak Jati Mandiri Kota Cimahi
Cimahi Perangi Peredaran Narkoba Melalui Pawang Ronda

Berita Terkait

Selasa, 1 September 2026 - 18:14 WIB

Mayat Wanita Dalam Kardus Hebohkan Warga Babakan Ciparay

Kamis, 4 Juni 2026 - 15:41 WIB

Usai Kasus Dugaan Korupsi di BGN, FWK Desak Presiden Prabowo Lakukan Evaluasi Menyeluruh Program MBG

Minggu, 12 April 2026 - 08:34 WIB

Dua Kubu Beda Pendapat Soal Dugaan Korupsi Rumdin Wali Kota Cimahi, DPRD Anggap Legal, Pengamat Sebut Rentan Korupsi

Sabtu, 4 April 2026 - 07:47 WIB

Dugaan Korupsi Pembangunan Rumah Dinas Walikota dan Wakil Walikota Cimahi Diungkap LSM Pemuda

Kamis, 26 Februari 2026 - 16:37 WIB

Calon Jemaah Haji Asal Sukabumi Jadi Korban Penipuan. Dokumen Keberangkatan Palsu!

Selasa, 10 Februari 2026 - 09:32 WIB

Dugaan Perusakan Fasum Milik Pemkot Cimahi, Kepala BPKAD Sebut Kewenangan Sebenarnya Ada di Sekda Sebagai Pengelola

Senin, 12 Januari 2026 - 23:25 WIB

Endang Terima Langsung Somasi Kuasa Hukum Keluarga MPS

Kamis, 8 Januari 2026 - 11:16 WIB

Sampaikan Belasungkawa Untuk Korban Sengatan Listrik PJG Dishub, Komisi III DPRD Kota Cimahi Akan Periksa Semua Pekerjaan

Berita Terbaru

Hampir 2.000 orang diduga keracunan setelah menyantap menu MBG sejak Selasa (01/9/2026) hingga Kamis (03/9/2026). Foto: Ilustrasi

Peristiwa

Dilematis, Dalam Waktu 3 Hari 2 Ribu Orang Keracunan MBG

Minggu, 6 Sep 2026 - 05:46 WIB