Guntur Romli: Desil Tidak Lagi Berfungsi Sebagai Alat Pemetaan Kesejahteraan, Melainkan Alat Penjagalan

- Editor

Selasa, 8 September 2026 - 08:27 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pendataan Desil dinilai tidak mencerminkan kondisi rakyat yang sebenarnya. Foto: Ilustrasi

Pendataan Desil dinilai tidak mencerminkan kondisi rakyat yang sebenarnya. Foto: Ilustrasi


JAKARTA, tujuhmenit.com – Politis PDIP Guntur Romli mengkritik BPS terkait data Desil yang dinilai tidak sesuai dengan kondisi di lapangan. Bahkan Guntur membandingkan data BPS dengan angka kemiskinan Indonesia yang dirilis Bank Dunia yang menunjukan data jauh berbeda.


Berdasarkan data Bank Dunia angka kemiskinan Indonesia mencapai 64,2 %, sementara berdasarkan BPS angka kemiskinan di Indonesia hanya 8,07%. Menurut Guntur, pemerintahan saat ini tengah menunjukkan halusinasi yang digambarkan di atas kertas. Ia kemudian menyoroti soal Desil yang dinilai tidak akurat dalam memotret kondisi ekonomi masyarakat. Desil yang terus dinaikan BPS merupakan modus untuk merampok hak rakyat kecil.

“Bank Dunia sebut 64% penduduk Indonesia katagori miskin. BPS hanya 8,07%. Pemerintahan saat ini sedang asyik berhalusinasi di atas lembaran kertas. Seakan-akan menepuk atas klaim kemiskinan BPS yang turun ke 8% sembari menutup mata dari kenyataan 64% rakyat yang terseok-seok versi Bank Dunia,” katanya, Senin (7/9/2026).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Masih kata Guntur, ini bukan sekedar perbedaan metodologi malainkan bukti manipulasi persepsi. Statistik dipoles cantik demi pencitraan politik. Sementara realitas penderitaan warga, sengaja disapu kebawah algoritma Desil. Kebohongan statistik itu semakin telanjang ketika melihat sengkarut permainan Desil.

“Modus pendataan Desil yang terus dinaikan secara sepihak bukanlah cermin kemakmuran, melainkan modus halus untuk merampok hak dasar rakyat kecil,” tegasnya.

Dengan permainan Desil itu pula, tampak kemakmuran naik. Tapi hanya di angka bukan fakta yang nyata. Tanpa ada kenaikan pendapatan yang rill, status Desil warga dipaksa naik agar mereka secara administratif terdepak dari daftar penerima bansos, subsidi, jaminan kesehatan hingga bantuan pendidikan.

“Motif dibalik kejahatan administratif itu sangat transparan memangkas anggaran dengan mengorbankan nasib wong cilik. Negara menyunat hak subsidi rakyat bukan karena anggaran habis, melainkan deme mengalihkan alokasi dana untuk membiayai proyek-proyek pemborosan, belanja elit dan ambisi mercusuar yang sama sekali tidak menyentuh rakyat yang lapar atau mereka yang tidak mendapatkan pekerjaan,” katanya.

Baca Juga  Betulkah Polemik PBNU Dipicu Persoalan Pengelolaan Kosensi Tambang? 

Secara lantang Guntur mengatakan bahwa hal ini adalah bentuk penghianatan terhadap kedaulatan rakyat. Ketika pemerintah lebih sibuk mempercantik angka di atas kertas daripada memperbaiki kualitas hidup manusia. Desil tidak lagi berfungsi sebagai alat pemetaan kesejahteraan melainkan alat penjagalan. (Arjava)***

Berita Terkait

Danny Setiawan Mantan Gubernur Jabar Tutup Usia
FWK Minta Presiden Prabowo Jadikan Pergantian Menteri Momentum Memperbaiki Ekonomi Rakyat
Ini Kata Ekonom Tentang Pencopotan Menkeu Purbaya
Hasil Survei SMRC Elektabilitas KDM Meroket Kalahkan Prabowo, Gubernur Rasa Presiden!!!
Sangat Dipaksakan, Guntur Romli Kritik Pedas Buku Islam Ala Prabowo
Ahmad Khozinudin: Gawat! UU Perampasan Aset Diekstensifikasi Menyasar Ke Semua Orang
Syukur Mandar: Ada Penjajah Yang Lebih Berbahaya dari Penjajah Yang Telah Diusir
FWK: Negara Jangan Jadikan Bank Alat Represif

Berita Terkait

Rabu, 9 September 2026 - 17:35 WIB

Meliput Erupsi Anak Gunung Krakatau, 5 Jurnalis Hilang Kontak

Minggu, 6 September 2026 - 05:46 WIB

Dilematis, Dalam Waktu 3 Hari 2 Ribu Orang Keracunan MBG

Sabtu, 5 September 2026 - 21:29 WIB

Dentuman di Bandung Raya Bukan Dampak Erupsi Krakatau! BMKG Duga Ada Pelepasan Gas Metan Danau Purba

Senin, 29 Juni 2026 - 12:16 WIB

Haris Faisal Sampaikan Duka Mendalam Atas Wafatnya dr. Icha Akibat Dugaan Intimidasi

Minggu, 12 April 2026 - 08:34 WIB

Dua Kubu Beda Pendapat Soal Dugaan Korupsi Rumdin Wali Kota Cimahi, DPRD Anggap Legal, Pengamat Sebut Rentan Korupsi

Kamis, 9 April 2026 - 07:46 WIB

Enang Sahri: Terkait Review DED Rumdin, Ada Keinginan Wali Kota Cimahi yang Baru

Sabtu, 4 April 2026 - 07:47 WIB

Dugaan Korupsi Pembangunan Rumah Dinas Walikota dan Wakil Walikota Cimahi Diungkap LSM Pemuda

Selasa, 10 Maret 2026 - 13:13 WIB

Miliki Emosional Kuat, Wali Kota Cimahi Kunjungi Mantan Stafnya di Pusbangisop TNI AD 1994

Berita Terbaru

Mantan Gubernur Jawa Barat periode 2003-2008, Danny Setiawan, meninggal dunia pada Sabtu (19/9/2026).

Nasional

Danny Setiawan Mantan Gubernur Jabar Tutup Usia

Sabtu, 19 Sep 2026 - 10:07 WIB

Purbaya dicopot jabatannya sebagai Menteri Keuangan, digantikan Suahasil Nazara, Senin (14/9/2026). Foto: Ist.

Nasional

Ini Kata Ekonom Tentang Pencopotan Menkeu Purbaya

Senin, 14 Sep 2026 - 22:59 WIB