Hasil Survei SMRC Elektabilitas KDM Meroket Kalahkan Prabowo, Gubernur Rasa Presiden!!!

- Editor

Kamis, 10 September 2026 - 07:58 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi (KDM) sosok pemimpin yang dikenal dekat dengan rakyat, konvoi bersama warga Bandung saat kemenangan Persib pada Liga I 2024/2025. Foto: Ist

Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi (KDM) sosok pemimpin yang dikenal dekat dengan rakyat, konvoi bersama warga Bandung saat kemenangan Persib pada Liga I 2024/2025. Foto: Ist


JAKARTA, tujuhmenit.com- Tidak berlebihan jika Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi atau yang akrab disapa KDM ini, disebut Gubernur rasa Presiden. Bayangkan saja, hasil survei terakhir yang dilakukan Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC) pada Juli 2026, elektabilitas tokoh politik yang satu ini melesat naik mengungguli Presiden Prabowo Subianto.


“Survei terakhir kami, Pak Dedi Mulyadi teratas di simulasi semi terbuka. Simulasi semi terbuka itu, kita kasih daftar sejumlah nama, sejumlah tokoh, pimpinan partai, menteri-menteri yang populer, gubernur yang populer. Pak Dedi Mulyadi di atas,” kata peneliti dari SMRC, Saidiman Ahmad di Podcast Kompas.com, Rabu (8/9/2026).

Masih kata Ahmad, Dedi Mulyadi 35%, kedua Prabowo Subianto 14,5%, urutan ketiga Anies Baswedan 8,2%, Gibran Raka Buming Raka 7,7%, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) 4,9%, Ganjar Pranowo 4,2%, dan Mahfud MD 4%.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Kira-kira kalau kita bikin tiga atau empat klaster. Klaster pertama itu Dedi Mulyadi, kedua Prabowo Subianto, baru ketiga Gibran diikuti Anies, AHY, Mahfud, dan Ganjar. Kemudian nama-nama lain dan tokoh-tokoh lain itu klaster keempat,”katanya.

Dijelaskan Ahmad, elektabilitas Prabowo tidak separuhnya KDM, hal ini diakibatkan dari sentimen publik atas kondisi sosial, politik, ekonomi yang memburuk. Sedangkan hasil survei sebelumnya pada November 2025 menunjukkan angka terbalik. Prabowo dapat sekitar 35% dan KDM saat itu belum sampai 20%.

“Jadi ini survei pertama yang kita lihat apa namanya elektabilitasnya itu cross sebelumnya relatif sama bahkan Prabowo lebih kuat. Nah ini yang kemudian Pak Prabowo jadi lebih di bawah gitu,” tegasnya.

“Prabowo Subianto kenapa elektabilitasnya turun? Yang paling mudah bisa dilihat secara langsung adalah aprrovel rating pada Presiden Prabowo Subianto mengalami penurunan pada periode yang sama. Turunnya juga sangat jauh ya,” katanya.

Baca Juga  Garuda MP Deklarasikan Prabowo-Gibran Hingga Paripurna 2029

Pada November tahun lalu, sekitar 82% orang approve atau puas dengan kinerja presiden. Sedangkan survei yang terakhir itu tinggal 51% , turun 30% dalam waktu delapan atau sembilan bulan. Dan approval rating ini sangat dipengaruhi oleh evaluasi publik terhadap kondisi ekonomi, penegakan hukum dan politik. Juga evaluasi pada dua program pemerintah; Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dan Koperasi Desa Merah Putih (KDMP).

“Semuanya itu negatif dalam periode yang sama. Dan kita lihat memang Kita lakukan uji statistik itu signifikan pengaruhnya pada approval rating dan juga elektabilitas,”jelasnya.

Ahmad mengatakan, sebenarnya kondisi tersebut ini mengkonfirmasi teori lama bahwa perilaku pemilih itu sangat ditentukan oleh penilaian mereka terhadap keadaan. Jika keadaannya memburuk maka secara langsung akan menyalahkan pemerintah.

“Yang menarik itu kadang-kadang paralel kalau keadaannya membaik, jadi kalau orang menganggap kondisi ekonomi dan politik baik, belum tentu yang diapresiasi pemerintah. Ini bukan khas Indonesia, ini terjadi di seluruh dunia,” ujarnya.

Dalam ilmu studi, Ahmad menjelaskan bahwa itu disebut the economic study of voting, di mana hubungan perilaku pemilih dipengaruhi dengan dengan persepsi mengenai kondisi ekonomi. (Arjava)***

Berita Terkait

Cukup di Komisi II, Bahas Pemakzulan Wapres Gibran Gak Perlu Bentuk Pansus dan Hak Angket
Pasca Putusan MK, Subhan Palal Dorong DPR-RI Lakukan Impeachment Terhadap Wapres Gibran
Meski Tidak Temukan Ijazah Gibran, MK Tolak Gugatan Denny Indrayana Cs.
Catatan Hendry Ch Bangun (FWK) Dengan Olahraga Kita Bersatu
FWK INGATKAN PRABOWO: MOMEN PEROMBAKAN KABINET MERAH PUTIH UNTUK WUJUDKAN KEINGINAN RAKYAT
Pasca Lewati Uji Kepatutan, Jendral Suyudi Ario Seto Dilantik Presiden Jadi Kapolri
Indonesian Berduka, Guruh Soekarnoputra Tutup Usia di Rumah Sakit MRCCC Siloam Hospitals
Danny Setiawan Mantan Gubernur Jabar Tutup Usia

Berita Terkait

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 13:04 WIB

Ketua LSM BUMI Sebut Program Perbaikan Sekolah Sarat dengan Bacakan Proyek

Jumat, 9 Oktober 2026 - 16:18 WIB

Viral Video Kericuhan KOD Cup U-23, Adanya Kabar Korban Meninggal Dipastikan Tidak Benar

Jumat, 9 Oktober 2026 - 13:29 WIB

Libatkan Sejumlah Instansi,  Pemkab Bartim Ekspose Review Jakstrada Air Minum

Rabu, 7 Oktober 2026 - 20:00 WIB

Bupati M. Yamin: Jangan Sampai RDTR Hanya Baik di Atas Kertas

Rabu, 7 Oktober 2026 - 19:44 WIB

Baru 12 dari 147 Dokumen Terunggah, Sekda Bartim Minta OPD Percepat MCSP-R

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 21:58 WIB

Ditargetkan Rampung Desember ini, Proyek Flyover Pusdikpom Cimahi Kembali Digarap

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 17:29 WIB

Bupati Garut Pastikan Pelayanan Isbat Nikah Beri Kepastian Hukum bagi Keluarga

Kamis, 1 Oktober 2026 - 20:10 WIB

Jalan Baru di Pamulihan Buka Akses Ekonomi dan Distribusi Hasil Pertanian

Berita Terbaru