Kabinet Bayangan: Indonesia Darurat Korupsi Secara Struktural dan Sistemik

- Editor

Jumat, 31 Juli 2026 - 09:17 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Indonesia darurat korupsi yang terjadi secara struktural dan sistemik. Foto: ilustrasi

Indonesia darurat korupsi yang terjadi secara struktural dan sistemik. Foto: ilustrasi


JAKARTA, tujuhmenit.com, – Maraknya kasus korupsi yang melibatkan kepala daerah dan pejabat publik menunjukkan korupsi bukan lagi persoalan individu semata, melainkan masalah sistemik dan struktural dalam tata kelola pemerintahan. Hal ini ditegaskan Menteri Dalam Negeri Kabinet & Keamanan Negara Kabinet Bayangan Armand Suparman.


“Akar persoalan korupsi terletak pada berbagai titik krusial dalam sistem pemerintahan, mulai dari sistem politik dengan biaya tinggi dan minim transparansi, proses perencanaan dan penganggaran yang masih membuka ruang manipulasi, hingga kebijakan strategis seperti pengadaan barang dan jasa, perizinan, dan manajemen ASN yang sarat celah penyalahgunaan kewenangan,” katanya seperti dikutip SindoNews.com, Kamis (30/7/2026).

Masih menurut Armand, pendekatan pemberantasan korupsi yang selama ini bertumpu pada penindakan dan penangkapan terbukti tidak cukup. Penegakan hukum memang penting, tetapi hanya menyentuh hilir persoalan. Tanpa pembenahan menyeluruh dari hulu, praktik korupsi akan terus berulang dengan pola yang sama.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Kabinet bayangan di Indonesia resmi dibentuk pada 17 Juli 2026 oleh koalisi masyarakat sipil, akademisi, dan aktivis melalui situs resmi Kabinet Bayangan. Inisiatif ini diisi oleh 15 menteri independen dan non-partisan untuk mengawasi jalannya pemerintahan.

Di sisi lain, sistem pengawasan yang lemah dan penegakan hukum yang cenderung reaktif semakin memperparah situasi. Karena itu, pihaknya menegaskan agenda pemberantasan korupsi harus bergeser dari pendekatan reaktif menjadi reformasi sistemik yang komprehensif.

Untuk itu, Kabinet Bayangan mendesak pemerintah perlu segera melakukan beberapa hal. Antara lain, pertama, memperbaiki tata kelola politik dengan meningkatkan transparansi dan akuntabilitas pendanaan politik. Kedua, menutup celah korupsi dalam perencanaan dan penganggaran melalui sistem yang lebih transparan dan berbasis kinerja.

Baca Juga  Waspada Lur! Efek Sesar Lembang,  Ancaman Gempa Dahsyat di Bandung?

Ketiga, mereformasi sektor rawan seperti pengadaan barang dan jasa, perizinan, serta manajemen ASN dengan pendekatan digitalisasi dan standardisasi. Keempat, memperkuat sistem pengawasan yang proaktif, berbasis risiko, dan terintegrasi. Kelima mendorong penegakan hukum yang tidak hanya menghukum pelaku, tetapi juga memperbaiki sistem yang memungkinkan korupsi terjadi.***

 

 

Berita Terkait

Diskusi FWK: Kesantunan Berbahasa Diperlukan dalam Berbangsa dan Bernegara
Karumga Mantan Jampidsus Kejagung Ditemukan Tewas dengan Mulut Berbusa
Keterbatasan Bukan Penghalang! 10 Atlet Muaythai Cimahi Siap Guncang Kejurnas Bawa Semangat “Cimahi Bukbek”
Pernyataan Sikap FWK, Ketika Prabowo Samakan Wartawan dengan Londo Ireng
Dinilai Rendahkan Profesi Jurnalistik, PWI Sesalkan Pernyataan Hotman Paris
Haris Faisal Sampaikan Duka Mendalam Atas Wafatnya dr. Icha Akibat Dugaan Intimidasi
Usai Kasus Dugaan Korupsi di BGN, FWK Desak Presiden Prabowo Lakukan Evaluasi Menyeluruh Program MBG
Israel Cegat Misi Kemanusiaan ke Gaza, PWI Pusat Kecam Penahanan Jurnalis Indonesia
Tag :

Berita Terkait

Rabu, 5 Agustus 2026 - 17:49 WIB

“Polantas Menyapa” Tetap Rutin di Samsat Cimahi, Pastikan Registrasi Kendaraan Berjalan Lancar

Senin, 3 Agustus 2026 - 05:26 WIB

Lewat Polantas Menyapa, Satlantas Cimahi Tanamkan Budaya Tertib Berlalu Lintas

Sabtu, 1 Agustus 2026 - 06:49 WIB

Lebih dari Sekadar Pelayanan, Polantas Menyapa Ciptakan Pengalaman Baru di Samsat Cimahi

Sabtu, 1 Agustus 2026 - 06:44 WIB

Lewat Polantas Menyapa, Urus Pajak Kendaraan di Samsat Cimareme Kini Lebih Mudah dan Ramah

Jumat, 31 Juli 2026 - 08:29 WIB

Polantas Menyapa, Satlantas Polres Cimahi Terus Hadirkan Pelayanan Humanis di Samsat Cimareme

Jumat, 31 Juli 2026 - 08:25 WIB

Warga Sambut Baik Edukasi Samsat dan Keselamatan dari Polantas Menyapa Polres Cimahi

Kamis, 30 Juli 2026 - 09:01 WIB

Di Samsat Cimahi, Satlantas Ajak Masyarakat Tertib Berlalu Lintas

Kamis, 30 Juli 2026 - 08:59 WIB

Polantas Menyapa di Samsat Cimareme, Polisi Pererat Kedekatan dengan Masyarakat

Berita Terbaru

Proyek Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) di Tempat Pengolahan dan Pemrosesan Akhir Sampah (TPPAS) Regional Legok Nangka resmi memulai tahap konstruksi fisik (groundbreaking) pada 29 Juli 2026. Foto/ist

Jawa Barat

PSEL Legok Nangka Segera Dimulai, Diprediksi Beroperasi 2029

Jumat, 7 Agu 2026 - 08:33 WIB

Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi. Foto Ist/tujuhmenit.com

Jawa Barat

KDM Nyatakan Perang Terhadap Peredaran OKT di Jawa Barat

Rabu, 5 Agu 2026 - 22:23 WIB